Kusudahi Cerita Tentang Jelita

Kusudahi Cerita Tentang Jelita.

Kukatakan Cinta dengan Sekeping Uang Logam.

Yogjakarta memiliki kenangan dan memulai mengingat memori yang slama ini terkesampingan dengan sedikit banyak mengenang membuat aku semakin ingin membuat suatu konten dalam blogku.

Artikel terkait:
  1. Cerita Cinta tuk Jelita apakah Mencintaiku
  2. Cerita Cinta belum Mengenal Jelita
  3. Cerita Cinta Dimanakah Jelita
Tahun 1996 aku memulai masuk di salah satu perguruan swasta di Jogjakarta dan aku pun menyelesaikan study dengan nilai cukup sehingga dalam mencari perkerjaan aku pun sering masuk dan keluar suatu instansi baik pemerintah maupun swasta dan pada akhirnya, saat ini dan tanggal dibuatnya konten ini saya berwira usaha.

Catatan: 
Sesudah Ospek Aku Lupa wajah Jelita. 
Dan aku memang orangnya pelupa sejak kecil.

Mengenang Ospek pada tahun 1996 dan mengenal jelita.

Terasa bangga pada saat menjadi Mahasiswa karena pata tahun 1996 melanjutkan study di salah satu universitas apalagi di Yogjakarta yang banyak mahasiswa baru dari berbagai daerah. 

Cerita ini melanjutkan Kukatakan Cinta dengan Sekeping Uang Logam

Dialog antara aku dan Sahabatku
Aku: Ospek telah usai dan kita slalu bersama karena kamu adalah sahabatku
Sahabat: Ada apa dengan dirimu!!!
Aku: Ngak tahu selang lama aku merindukan Jelita, dengan paras cantiknya. Kamu tahu kosnya, aku mau main kesana dengan sepeda ontaku.
Sahabat: aku tahu alamatnya, alamatnya di .........
Aku: Aku pun menginggat alamat kosnya, dan ternyata sesampainya aku di salah satu tempat yang aku ingat alamatnya ternyata aku lupa dengan alamt kosnya.

Waktu telah berganti dan akupun berbincang dengan salahsatu sabahat karibku

Dialog Aku dengan Sahabatku yang lain:

Aku: Aku kangen Jelita, aku ingin maen ke kosnya,  gimana menurutmu?
Sahabatku: Ngak usah, Kamu tau kita bukan seperti dia. Dia Kuliah ambil jurusan Kedokteran sedang kita ....

Penting: Aku dan dia sama-sama mengatakan cinta di telpon umum tersebut dengan dua gatis yang berbeda dan sama-sama menunggu waktu.

Sahabatku:  Lupakan karena masih ada jalan untuk menyelesaikan kuliah kita.
Aku: Aku menunduk dengan kekalahan yang mendalam.

Akhirnya akupun melalui hari-hari bersama sabat-sahabatku dan pada suatu ketika aku pun menginggat kembali nama Jelita yang ada di kepalaku. Dalam benakku, asal manakah Jelita karena dengan paras cantinya dan keteguhannya. Apakah Jelita sudah menyelesaikan study Kedokterannya? atau dia menikah punya anak dan tidak sempat menyelesaikan studynya? masa bodoh, toh yo sekarang tingal dimana aky ngak tahu. Ngak ada maksud tuk merusak kehidupan rumah tangganya dan juga ngak merasa sakit hati olahnya akan tetapi, apakah aku salah menyintainya?

Suatu ketika akupun bermain di kos sahabatku dan rasa bahagia maupun ingin sedikit melihat wajahnya karena aku pelupa dan aku lupa akan wajahnya. Jelita pun pindah dari kos lama dekat dengan kos aku hanya selisih 3 kos dari tempat aku kos tepatnya didaerah kos terdapat jalan gang jadi kosnya membelakangi kos aku. 

Jadi teringat berbagi rokok dan juga beberapa kopi itupun kas bon di warkop depan kos. Topik kali ini adalah menceritakan tentang apa yang kita lakukan dan akhirnya lambat laun pembahasan seputar gadis yanf aku berinama jelita. Kondiai pada saat itu tegang dan juga rasa jengkel yanf teramat sangat, sampai-sampai minuman kopi yang hangat satu gelas habis langsung seduh dan sahabatkupun bergumal, haus kamu minum air kopi seperti minum air putih dan akupun merasa bersalah atas sikapku. selang lama aku menyakan pada sahabatku, sahabatku gadis yang berna bersemayam dihatiku sekarang bagaimana kabarnya? yang pernah membuatku merasa memiliki arti dalam kehidupan ini dan juga dengan melupakan wajahnya, dia berfikir aku bercanda, dia pun tertawa-tawa. 

Aku menjadi seorang yang bersalah dan terlalu angkuh karena aku tidak pernah maen ke KOSnya padahal jarak kosnya dengan kos aku hanya 100 meter.. Yang slalu kuingat dengan suara tegas dan lugas "Jangan Maen Ke Kos Aku" hanya fikiran itu yang slalu terbayang dalam fikiranku dan akupun tidak pernah maen ke kosnya karena aku sendiri tidak tahu alamat kosnya. Oh ya pada saat itu tempat tinggalnya atau kosnya berada ditempat lama.

Lanjut cerita di keesokan harinya.

Udara terasa sangat panas dan juga jadwal kuliah di siang hari. Rasa malas untuk mengayuh sepeda onta atau sepeda ontel kebo dan akhirnya aky memilih jalan melewati kos sahabatku yang bersebelahan dengan kos jelita, pada saat itu aku tidak mengetahui tempat tinggalnya. Kuketuk 3 kali dan sahabatkupun keluar menghampiri untu beranfkat kuliah. Sepulang dari kuliah akypun bersama sahabatku naik bis dengan ongkos 200 rupiah. Panas, sesak dan bau keringat sewaktu di dalam bis kota, berjalan beriringan sepulang dari kuliah, sahabatku berkata, kamu tahu Jelita yang slalu kamu tanyakan. Jawabku, aku ngak pernah tahu Jelita. ITU JELITA MAU MENIKAH DENGAN PILIHANNYA DAN CINTA SEJATIHNYA. Perasaanku ketika waktu itu menerima kenyataan yang tak terasa, hanya diam dan terus berjalan melewatinya, aku pun melangkahkan kaki ke kos dan terasa perasaan ini terdampar dan tertampar hingga aku tertidur sampai sore hari.

Berjalanya dengan waktu akupun terbiasa melewati depan kosnya dan yang paling penting sebenarnya aku malu atas kekalahanku. Akirnya aku menyelaikan study dengan sahabat-sahabatku tapi, kebahagian yang seharusnya aku dapatkan membuat aku terkulai karena sempat sahabatku bertanya siapa gadis pendampingmu menemani wisuda? Aku terdiam dan berfikir siapa!!!

Baru kali ini tepatnyanya tahun 2018 fikirannku terasa tidak nyaman karena terbayang lagi nama seorang gadis bernama Jelita. Akupun memanfaatkan jejaring sosial Facebook untuk bertanya kepada sahabtku tentang Jelita. Jelita apakah sudah lulus kuliah atau dia sekarang suda menjadi dokter spesialis hati?

Pertanyaanku yang terpenting: Darimanakah asal Jelita? Karena Terasa nyaman untuk melihatnya dan juga Kecantikannya. Karena Facebook aku tau asal kelahiran dari gadis bernama Jelita tepatnya bulan Agustus 2017. 

Dan yang slalu kuingat kata sabatku.
sekitar tahun 1999 at 2000 Dukunkan Aja. Ngapain ngak kamu dukunkan aja, khan sudah aku sarankan dari dulu,  menginggat kata-katanya aku menjadi tertawa lepas. 

Buat jelita SEMOGA BAHAGIA.

Nice Day,
Blogger
Disqus

No comments